Betapa hatiku takkan piluTelah gugur pahlawankuBetapa hatiku takkan sedihHamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur laraNan setia dan perwiraSiapakah kini pahlawan hatiPembela bangsa sejati
Reff :Telah gugur pahlawankuTunai sudah janji baktiGugur satu tumbuh sribuTanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman hatiDi hari baan pertiwiHarum semerbak menambahkan sariTanah air jaya sakti
Untukmu Pahlawan Indonesiaku
Demi negri…
Engkau korbankan waktumu..
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu..
Maut menghadang di depan..
Kau bilang itu hiburan..
Engkau korbankan waktumu..
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu..
Maut menghadang di depan..
Kau bilang itu hiburan..
Tampak raut wajahmu..
Tak segelintir rasa takut..
Semangat membara di jiwamu..
Taklukkan mereka penghalang negri..
Tak segelintir rasa takut..
Semangat membara di jiwamu..
Taklukkan mereka penghalang negri..
Hari-hari mu di warnai..
Pembunuhan dan pembantaian..
Dan dihiasi Bunga-bunga api..
Mengalir sungai darah di sekitarmu..
Pembunuhan dan pembantaian..
Dan dihiasi Bunga-bunga api..
Mengalir sungai darah di sekitarmu..
Bahkan tak jarang mata air darah itu..
Yang muncul dari tubuhmu..
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu…
Yang muncul dari tubuhmu..
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu…
Bambu runcing yang setia menemanimu..
Kaki telanjang yang tak beralas..
Pakaian dengan seribu wangian..
Basah di badan keringpun di badan..
Yang kini menghantarkan indonesia..
Kedalam istana kemerdekaan..
Kaki telanjang yang tak beralas..
Pakaian dengan seribu wangian..
Basah di badan keringpun di badan..
Yang kini menghantarkan indonesia..
Kedalam istana kemerdekaan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar